“Atau Kolombia, dimana jaringan mafia dan kelompok kriminal yang terafiliasi dengan kartel narkoba pernah ”menguasai” ratusan kota. Bahkan Tiongkok pada tahun 1839, pernah kewalahan menghadapi maraknya opium yang diselundupkan pedagang Inggris. Tiongkok terpuruk, karena harta negara terus mengalir ke pedagang Inggris dan jutaan ketergantungan opium,” terang Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, patut diapresiasi langkah represif dan penegakan hukum yang telah dijalankan dengan baik oleh Polri dan aparat penegak hukum lainnya. Misalnya, belum lama ini Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan Narkoba terbesar se-Asia Tenggara, dengan mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terhubung dengan jaringan Fredy Pratama. Total aset yang disita mencapai Rp 10,5 triliun.
“Disisi lain, selain langkah represif yang tegas tersebut, tidak kalah pentingnya adalah langkah-langkah alternatif yang sering dikemukakan oleh GRANAT dalam berbagai kegiatan dan aksi kolaborasi, yaitu langkah preemtif, preventif, dan rehabilitasi,” pungkas Bamsoet. KRG – (MY)
