“ NU itu bukan tidak mengerti akan tetapi kami memandang segala sesuatu itu secara luas dan memikirkan sebab akibat, dan itulah sebabnya hingga kini NU terus berkembang menjadi besar, itu pula harapan kami pada masyarakat Way kanan, jangan mudah-mudah menjustice orang lain buruk padahal ia itu masih saudara kita sendiri, melainkan mari secara perlahan megajaknya menuju pada kebaikan melalui edukasi yang kita berikan, seraya menutup tausiahnya dengan bahasa ibu sang istri yang ternyata berasal dari Oku Selatan,
“ Kite NU dak bedie dendam, tetapi perlakukan buruk tu kite maafkan ajungka menjadi lebih baik,” ujar Gus Muafiq mencaba bicara seperti logat asal sang istri yang disambut dengan riuh rendah jamaah setelah mengetahui istri sang Da’I berasal dari Oku tersebut. KRG – (**)
