“Maaf, bukan meniadakan pemerintahan sekarang. Tapi memang masih banyak yang harus dibenahi, terutama jalan,”ucapnya.
Sperti janji pasangannya, yang membenahi jalan dalam waktu setahun jabatan, Cik Raden memastikan hal itu akan dilakukan dan bisa terlaksana.
“Kami punya caranya, dan Waykanan ini ada duitnya. Tentunya pengawasan yang harus ketat dilakukan agar pembangunan itu kualitas. Konsultan jangan hanya duduk manis, tapi harus mengawasi termasuk masyarakatnya,” ujarnya.
Terkait adanya isu penekanan terhadap aparatur kampung dan PNS, Cik Raden meyakini bahwa yang bisa ditekan hanya beberapa kepala kampung yang bermasalah.
“Biarkan saja, yang milih itu masyarakat. Dan kami yakin kepada masyarakat. Saya ini mantan kepala kampung, jadi paham betul. Kepala kampung itu punya masyarakat, harus jangan takut,” kata dia. KRG – (***)
