WAY KANAN,KABARGHAM.COM – Akibat aksi warga yang tak terbendung. Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan Lampung sore ini sontak geger. Beruntung peristiwa tersebut berujung damai. Rabu, (28/06)
Aksi warga yang tak terbendung di kediaman operator kampung itu bukan tanpa sebab, melainkan diduga akibat 119 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT dan PKH dicabut sebagai penerima bantuan. Hal tersebut diduga ulah oknum aparatur kampung setempat.
Beruntung aksi Emak-emak ini ditengahi sekretaris Kampung. Riyanda Chaikal S.I.Kom. “Alhamdulillah aksi Emak-emak ini dengan berakhir damai tanpa menyalahkan siapapun.

Memang benar, bahwa lebih kurang separuh dari penerima Bantuan Sosial tersebut dihapus oleh Oknum Aparatur Kampung yang diluar sepegetahuan Pj Kepala Kampung,” Ujar Haikal sapaan akrab Sekretaris Kampung Milenial tersebut.
Merasa khawatir serta tidak ingin terjadi konflik yang lebih jauh. Disela aksi, Camat Blambangan Umpu. Ahmad Safari langsung hadir dan siap bertanggung atas apa yang disuarakan Emak-emak ini.”Segera saya kawal dan akan menyelesaikan masalah ini secara empiris. Tegas Camat Blambangan Umpu
Tentu dari 119 KPM yang terhapus ini merupakan kewenangan Pemerintah Kampung. Mestinya terlebih dahulu untuk melakukan tracking agar tidak bisa serta merta dirubah, harus diverifikasi ulang menggunakan sistem”, ucap Camat dengan tegas.”
Saya minta waktu , operator akan segera mungkin memasukan kembali 119 KPM tersebut, pasca Idul Adha nanti, saya akan perintahkan Pj untuk rapat tingkat kampung serta akan dilakukan pemantauan langsung, kami tingkat kecamatan akan kroscek data ini ke dinas sosial”,Sambung Safari yang juga Putra Asli Kampung Karang Umpu tersebut.
Seraya menyampaikan pesan kepada KPM untuk bersabar dan berlapang dada. ” Untuk pengembalian dana bulan ini yang tidak masuk (Saldo Kosong.red). Kami tidak bisa menjamin bisa dicairkan,”pungkasnya.KBRM-(MY)
