WAY KANAN,KABARGHAM.COM-Blambangan Umpu Way Kanan Masyarakat pelanggan listrik di buat bingung saat ingin mengisi pulsa di kwh belakangan ini selalu gagal sehingga banyak masyarakat yang bertanya harus bagai mana.Senin 29/05/2023
Suradi salah satu Masyarakat kampung Lembasung menceritakan kronologis yang ia alami saat hendak mengisi pulsa listrik dirumahnya kepada awak media KABARGHAM. “Awalnya saya beli pulsa listrik di konter terus pulang kerumah sampai di rumah saya langsung masukin token pulsa listrik itu,tapi kok gagal,itu saya coba berulang kali nah bingung lah saya ini kenapa tanya dihatiku.”
“Saya menghubungi teman yang dulu pernah bekerja di PLN,waktu saya sampaikan dia mengatakan bawasannya kwh itu terkena upgrade itu bahasa dari petugas teknik ulp Blambangan Umpu yang saya tahu.”Kata dia
“Akhirnya Saya meminta bantu dengan kawan itu, dianya menyuruh saya mengirimkan nomor kwh,agak lamalah setelah itu dia mengirimkan nomor yang terdiri dari 1a 1b 2a 2b yang masing masing masing berisi 20 angkat yang kemudian di masukan seperti kita memasukan pulsa kwh itu sendiri kata kawan itu.”
“Alhamdulillah setelah saya ikuti petunjuk kawan itu sekarang sudah bisa ngisi token pulsa listrik lagi di rumah saya.” Terangnya
Sementara itu pihak PLN,Rino Selaku manager ULP Blambangan Umpu saat di hubungi KABARGHAM melalui via WhatsApp tidak ada jawaban baik itu chat maupun panggilan via WhatsApp terkait kendala yang terjadi di pelanggan.
Sedangkan pilman tasbir salah satu pegawai PLN ULP Blambangan Umpu saat di konfirmasi terkait masalah ini beliau mengatakan tidak dapat memberikan jawaban karena bukan ranah beliau,” jawabnya Terhadap awak media KABARGHAM.
Lain hal keterangan dari petugas teknik yang di lapangan saat di jumpai mengatakan bahwa kwh yang gagal saat di isi token pulsa,bawasannya kwh itu kena upgrade oleh pihak PLN.I
Hal ni sungguh ironis sebab masyarakat yang umumnya awam dengan listrik otomatis bingung harus bagaimana sementara dalam hal ini pihak PLN tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu atau sosialisasi kepada masyarakat pelanggan listrik.
Berkaca dari cerita pak Suradi masih untung yang di alami pak Suradi tidak ketemu tangan tangan jahil,andai itu ketemu dengan tangan tangan jahil kan bisa membuat rugi masyarakat denga cara di suruh bayar yang nama nomer upgrade tadi.
Sedangkan kalau kita menghubungi petugas PLN itu dalam satu regu hanya dua atau tiga personil yang melayani sekian ribu pelanggan bahkan mungkin jutaan dengan permasalahan gangguan yang berbeda beda belum juga harus menyelesaikan gangguan jaringan juga,ini tentu memakan waktu yang cukup lama saat di hubungi masyarakat.
Dengan demikian seharusnya hal ini jadi perhatian bagi PLN ULP Blambangan Umpu dalam meningkatkan pelayanan khususnya di Way Kanan.KBRM-(1)
